Home » blog » Teknik Lompatan Kecil pada Sepeda Gunung
Thursday, May 30th 2013. Posted in blog

Teknik Drop Off Pada Sepeda Gunung

Membiarkan roda depan MTB goweser dan gowesist ber-roll down drops sangatlah asik jikalau aksi lompat-turunnya singkat dengan jalur yang aman pada lintasan yang tidak begitu sulit. Berbarengan dengan peningkatan rentang waktu lompat-turun, jika disana tidak ada jalur yang mulus maka roda depan MTB akan medarat dengan sebagian roda berada dalam tanah, mengakibatkan goweser dan gowesist terlonjak jauh di atas frame sepeda gunung. Teknik lain pada Drop off untuk Small Drops ini adalah menyeimbangkan roda depan dan roda belakang sebelum melakukan aksi lompat-turun.

Mengangkat Roda Depan Secara Manual

Sebelumnya goweser dan gowesist MTB wajib mengerti dan memahami  cara  mengangkat roda depan secara manual sebelum melakukan aksi lompat-turun, yang mana membuat roda  depan sepeda gunung berada jauh di atas tanah sepanjang satu atau dua ukuran sepeda. Patut di ingat bahwa semakin cepat goweser dan gowesist bersepeda maka akan semakin jauh jarak aksi lompat-turun roda depan MTBnya.

Bersepeda Diatas Bukan Dibawah

Goweser dan gowesist dapat melatih teknik Small Drops di trotoar dekat rumah, sebelum melakukan di medan yang sesungguhnya.

Ketika roda depan sepeda gunung akan melompat-turun, itulah waktunya untuk mengangkat  roda depan secara manual , sehingga roda depan menjauh dari tanah sebeleum mencapai akhir turunan. Dengan posisi tubuh miring ke belakang dan kaki bertumpu pada pedal, akan membuat roda belakang MTB mendarat ke tanah terlebih dahulu. Setelah roda belakang mendarat pindahkan berat badan ke depan untuk mendaratkan roda depan jikalau  belum sepenuhnya mencapai tanah.

Ketika goweser dan gowesist mengalami ban depan turun terlebih dahulu sebelum roda belakang mendarat, maka lakukan sedikit usaha ekstra untuk mengangkat roda depan atau sedikit meningkatkan kecepatan sampai bisa mendarat dengan roda belakang terlebih dahulu.

Kendalikan Pendaratan Dengan Kedua Roda

Sekarang waktunya mempelajari bagaimana  ban depan dan belakang MTB mencapai tanah secara bersamaan untuk mendapatkan pendaratan yang mulus. Sejalan dengan berputarnya roda belakang, turunan akan membuat kita menarik stang sepeda agar kita kembali pada posisi normalnya bersepeda gunung. Ketika bagian roda depan akan mulai turun, inilah waktunya untuk kita mengedalikan berat badan agar posisi  roda depan dan belakang mendarat pada saat bersamaan.

Beradaptasilah Dalam Menghadapi Bermacam Drops

Pada downhill drops goweser dan gowesist membutuhkan agresifitas dalam mengangkat roda depan MTB secara manual. Untuk larger drops  akan dibutuhkan keseimbangan di udara, dimana perlambat dalam memindahkan berat badan ke depan agar roda depan tidak melompat-turun terlalu jauh sebelum mendarat.

Jika bersepeda mengunakan pedal yang datar hendaknya menekan jari kaki ke bawah dan arahkan kaki ke belakang untuk menahan roda belakang.

Jika aksi lompat-turun dimulai pada jalur yang datar tapi mendarat pada penurunan maka kurangi keagresifan dalam mengangkat roda depan secara manual. Pendaratan pada jalur turunan lebih mudah dibanding pada di jalur datar.

Serap Pendaratan

Ketika melakukan  Small Drops pastikan untuk menyerap pendaratan dengan tangan dan kaki goweser dan gowesist agar mendarat dengan lancar.

Produk Sepeda yang dicari :

cara mengangkat ban belakang sepeda, cara melompat dengan sepeda, aksi sepeda gunung, cara mengangkat ban depan sepeda, trik bersepeda downhill, Cara melompat sepeda, bersepeda downhill, teknik lompat sepeda, Teknik melompat dalam downhill, teknik down hiil

Comments

comments

Produk terbaru

Customer Service